Cinta Platonis vs Utopis
انَّ الْحُبَّ الْحَقِيقِى بَيْنَ الْبَشَرِ هُوَ الْبِدَايَةُ لِلتَّعَرُّفِ اِلَى اللهِ وَالشُّعُورِ بِمَحَبَّتِهِ وَفَيْضِ عَطَآئِهِ وَكَرَمِهِ
“Sesungguhnya cinta tulus antarmanusia adalah awal perjalanan menuju pengenalan kepada Tuhan, memasuki pengalaman mencintai-Nya dan limpahan anugerah dan kemurahan-Nya.”
Terkait ini pernah saya bahas ditulisan sebelumnya, kita perlu menamkan nilai-nilai kemanusiaan terlebih dahulu, sebelum kita menempuh jalan ketuhanan.
Ini yang aka kita bahas malam ini, tentang 'cinta' antarsesama manusia, spesial sih bahas cinta dengan lawan jenis. Kondisi normal yang pasti dialami oleh setiap kita.
Menurut Erich Fromm, cinta dibagi menjadi dua Cinta Platonis tadi, yakni sebatas kepada cinta kepada Tuhan. Dan Cinta Romantis kepada sesama manusia atau lawan jenis. Dimana Cinta Platonis memiliki porsi yang lebih banyak, agar kita tidak terjerumus pada cinta romantis yang sebatas nafsu belaka saja.
Ada pula ulama yang menyebutkan, cinta adalah pengarahan daya dan upaya seseorang untuk melakukan hal-hal yang diinginkan oleh yang dicintai dan dampaknya ialah selalu mengutamakan yang dicintai dari pada hal lainnya.
Ada banyak sekali buku-buku dan teori yang bermunculan tentang 'cinta', lantas apakah cinta sudah tuntas didefinisikan?
Aku rasa belum. Jika waktu adalah objek relativistik di alam semesta. Maka cinta jauh menjadi bagian objek relativistik di dunia dibandingkan waktu. Pasalnya ada cinta kepada Tuhan yang sudah tentu tak bisa kita definisikan berada pada dimensi seperti apa cinta itu. Kita diwajibkan iman (percaya dan yakin) dengan kebaradaan Tuhan, tanpa kemudian perlu menanyakan dan membuktikan keberadaan Tuhan, karena Tuhan selalu membersamai dalam setiap kehidupan.
Mungkin itu bagaimana kemudian cinta ada pada tingkatan paling tinggi. Karena pada dasarnya cinta adalah yakin dan percaya. Cinta Platonis juga didasari dengan keyakinan dan rasa percaya yang tinggi terhadap apa yang kita cintai.
Dan dalam konteks cinta sesama manusia hal mendasar yang harus pertama kali kita miliki adalah bagaimana cinta kepada manusia yang selalu hadir dalam sedih dan bahagia tanpa pernah absen, 'diri kita'. Ya, love your self more than everything. Kunci utama sebelum kita belajar mencintai Tuhan dan orang lain mari mencintai diri kita sendiri melebihi apapun. Baru setelah itu kita akan memahami seperti apa cara mencintai manusia dengan baik.
Dengan sepenuhnya manaruh rasa percaya dan yakin dengan apa yang kita miliki. Mensyukuri setiap yang telah Tuhan beri. Dan berdamai dengan setiap pencapaian yamg telah kita tuntaskan seperti apapun hasilnya. Mencintai diri sendiri adalah bagian dari ikhtiar kita berbenah. Dalam menunggu dan menemukan seseorang yang nantinya akan menjadi partner dalam kehidupan kita selanjutnya, bukan sebatas untuk saling berbagi cinta. Lebih dari itu.
Sembari berbenah dan menanamkan cinta pada diri sendiri sebagai wujud awal cinta dalam segi kemanusiaan, kita imbangi dengan menumbuhkan cinta kepada Sang Pencipta, Tuhan Semesta Alam. Bagaimana cinta kepada Tuhan benar-benar kita tumbuhkan dengan menempuh jalan cinta masing-masing kita. Ada banyak jalan menuju Roma, pun begitu dengan cinta kepada Tuhan. Ada banyak jalan yang dapat kita tempuh sesuai dengan kemampuan masing-masing kita.
Last but not least, cinta kepada lawan jenis. Meskipun saya bukan santri, saya pakai cover buku punya Mbak Anifah ini, karena secara umum yang jomblo tidak hanya santri. Dan yang tengah berbenah diantara kita dengan memilih jalan untuk tidak memiliki ikatan dan status tanpa kejelasan yang berujung penyesalan jugaperlu membaca buku ini.
Cinta kepada lawan jenis adalah fitrah, adalah hal yang normal dan tak perlu ditutupi kehadirannya. Hanya saja, setiap cinta memiliki waktunya sendiri untuk bekerja. Tidak melulu hari ini cinta yang kita miliki luapkan kepada orang yang kita cinta. Atau sebatas utopis dengan cinta yang tak mempunyai kejelasan arah dan tujuannya.
Lebih dari itu, memasuki usia di atas dua puluh tahun. Bukan lagi waktunya mendefinisikan cinta dengan sebatas kata i love you atau hal receh menanyakan sudah makan atau belum, bagaimana kabarmu. Tidak, cinta tidak sereceh itu guys..!
Bersyukurlah jika sampai detik ini diantara kalian memiliki prinsip untuk tetap menjaga perasaan kita dan orang lain atas dalih cinta yang justru jelas bukan cinta sama sekali. Dengan tetap istiqomah menjadi baik kepada siapa saja. Menebarkan cinta sewajarnya kepada sesama manusia.
Cinta kepada orang yang kita cintai adalah bagaimana kita mampu merawat rasa percaya dan yakin kepadanya. Menumbuhkan rasa nyaman meski kemudian kita memilih tidak memiliki ikatan tanpa kejelasan. Tidak masalah, selagi cinta dalam batasan wajar, atau bahkan menjadikan cinta sebagai katalis untuk kita terus produktif adalah hal yang positif.
Karena, cinta yang baik akan merawat rasa percaya hingga waktu yang Tuhan tentukan tiba, jika benar dia orang yang kita cinta adalah baik bagi kita tak menjadi masalah jika kita memintanya kepada Tuhan selagi itu memvawa kebaikan. Karena tidak ada doa yang Tuhan haramkan, apalagi sebatas membolak-balikkan hati orang yang kita cinta.
Namun, tetap pada prinsip bahwa cinta pada lawab jenis tujuan akhirnya bukan sebatas jadian atau pelaminan. Lebih dari itu bagaimana nantinya cinta mampu menjadi amunisi yang mendewasakan ketika hidup bersama, dan membangun kehidupan dengan membahagiakan dengan tak lagi hanya definisi cinta yang dibawa.
Membincangkan cinta tak pernah ada habisnya dan tak pernah usai didefiniskan. Jangan menjadikan cinta sebagai utopis belaka. Miliki prinsip yang kuat tentang cinta, agar tidak menyempitkan cinta sebatas kepada lawan jenis semata. Lebih dari itu.
Berikhitar atas doa yang kita langitkan tentang orang yang kita harapkan. Istiqomah berbenah. Memegang teguh prinsip dan kepercayaan kepada setiap yang kita cinta, serta mensyukuri atas apa yang nantinya Tuhan takdirkan.
Seberkas harap semoga kamu () juga sedang berbenah untuk kemudian kita bertemu.
Kamu yang mengajarkan banyak hal dalam proses panjang pendewasaan ini, terimakasih.
.-/-.
Mind.Mine
Komentar
Posting Komentar