Membincangkan Waktu

"Seize the day, or die regretting the time you lost. It's empty and cold without you here too many people to ache over"

Kamu mungkin udah nggak asing sama kalimat tadi, pun begitu aku. Ya, itu bagian lirik lagu dengan makna mendalam agar kita tidak menyia-nyiakan waktu. Sebuah lagu dari Avenged Sevenfold, yang ngenak banget buat nyemangatin diri ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Waktu, yang kalo di fisika kuantum adalah objek relativistik ternyata memiliki keistimewaan tersendiri, salah satunya menjadi bagian dari nama surah di Al Qur'an, yakni Al Ashr. 

Demi Massa (waktu). Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman yang mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Surah Al Ashr ini diawali dengan kata والعصر (Demi Massa) adanya huruf wau di awal merupakan jenis wau qassam yakni bermakna sumpah, dimana waktu sebagai makhluk Allah menjadi hal yang agung karena dijadikan olehNya sebagai sumpah. Agar manusia memperhatikan betul betapa agungNya waktu yang Allah berikan.

Hal ini senada dengan makna kalimat pertama lagu Seize The Day tadi agar kita benar benar memanfaatkan waktu atau justru nanti kita akan mati menyesali waktu yang telah kita sia-siakan.

Time is money, waktu adalah uang. Di era saat ini mungkin uang menjadi barang paling berharga yang mengatur jalannya dunia, akan tetapi ada yang sama sama berharganya dengan uang, yakni waktu. Kita tak dapat membeli waktu dengan uang bukan??

Bahkan menurut Petter Drucker sampai kita bisa mengatur waktu, kita tidak bisa mengatur hal-hal lain. It's mean dalam kehidupan kunci paling utama adalah kita mampu mengorganisir waktu yang kita punya, manajemen waktu yang baik akan jauh lebih penting dibandingkan planing yang baik. Sebaik apapun plan yang kita siapkan, namun dalam eksekusinya kita abai dalam disiplin waktu, usai sudah setiap rancangan yang kita persiapkan dari awal itu. 

Dalam pepatah Arab ada idiom yang mungkin sudah sering kamu baca.
الوقت كا لسيف إن لم تقطعه قطعك
Waktu itu bagaikan pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik ia akan memotongmu. Bahkan waktu yang kita sia-siakan justru akan membuat kita mati sebelum hari kematian kita tiba.

Manfaatkanlah waktu yang Tuhanberi dengan sama rata tanpa memandang siapa kita, semua sama sebagai hamba dan manusia dengan jatah 24 jam, tiap jam masih 60 menit, dan tiap menit masih 60 detik, dengan sebaik-baiknya untuk menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan. Karena kita tak pernah diberi tahu Tuhan, kapan waktu kita telah mendekati usai.

Ada pesan singkat dari Samuel Smiles,
"Kerugian materi dapat digantikan dengan industri, kerugian pengetahuan dengan belajar, kehilangan kesehatan dengan kendali diri sendiri dan obat, namun waktu yang kita lewati akan hilang selamanya."

Ini waktu versiku, bagaimana dengan kamu?
Semoga waktu menjadi ruang untuk temu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Kalah

Penting Ngopi

Jalanan Kehidupan