Piramida Kehidupan

Buah pinus, mengajarkan betapa Tuhan dengan sangat detail dalam proses penciptaan makhluknya.

Oke selamat pagi, mari sejenak berkontemplasi. Sudahkah kita bersyukur hari ini?

Alhamdulillah, Tuhan masih menyempatkan kita untuk menghirup oksigen pagi ini, dan menjalankan ibadah sahur, diparuh kedua bulan Ramadhan.

Mari kita mulai pagi ini dengan sebuah ayat, yang harus kita jadikan pegangan dalam menghadapi berbagai hal dalam hidup, yakni Al Baqarah ayat 216,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Ada bagian yang  dibold dari ayat di atas, menjadi pesan dari Allah  bagi kita semua, bahwa tidak selalu baik itu baik, dan buruk itu buruk. Dalam konteks ini, mari kita kontekstualkan ayat di atas, dengan bagaimana kita menghadapi berbagai polemik dalam kehidupan, terlebih dalam menanggapi takdir yang telah Tuhan gariskan dalam hidup kita.

Membincangkan takdir dan tujuan hidup setiap kita berbeda-beda. Aku, kamu, kita semua berbeda. Namun, ada pesan dari Abah Imam Barmawi Burhan. Tiga hal mendasar yang harus menjadi prinsip dalam hidup untuk mencapai tujuan hidup namun tetap menerima dan bersyukur atas apa yang telah Tuhan takdirkan.

Dream-Pray-Action, pesan ini yang selalu beliau sampaikan kepada santri-santrinya, tanpa terkecuali. Dan selalu aku ingat plus aku catet, sebagai alarm bahwa dalam hidup ada banyak hal yang perlu kita jadikan pegangan dan pijakan dalam segala hal. Mari kita preteli satu satu.😂

Dream. Mimpi, impian, cita cita, tujuan, dan harapan baik. Mungkin ada banyak makna dream yang beragam diantara kita. Namun satu hal, dream berangkat dari pikiran kita. Kita senantiasa berfikir dan memutar otak masa depan kita kelak akan seperti apa. Akan menjadi apa kita kelak, tiga hingga lima tahun kedepan kontribusi apa yang sudah kita realisasikan, dan banyak hal.

Merancang mimpi sejak dini, membuat hidup kita lebih sistematis dan paham ke arah mana kita akan melangkah. Ada satu hal yang saya percaya dan yakini, bahwa menuliskan setiap mimpi yang kita ingin raih, merupakan satu langkah kecil yang berimplikasi sangat besar pada kehidupan kita. Setidaknya kita memiliki patokan agar tidak menyia-nyiakan waktu yang kita miliki. Dengan terus fokus pada mimpi yang kita tuju. Namun, tetap santuy menjalani hidup. Karena tidak baik tergesa-gesa dalam melakukan segala hal, lebih baik pelan, nikmati prosesnya, suatu saat ada waktunya kita akan sampai pada mimpi itu. Yakini!

Memiliki mimpi yang tinggi, adalah bentuk keyakinan kita, bahwa kita sebagai hamba hanyalah makhluk yang sangat kecil, namun memiliki Tuhan yang Maha Segalanya, dengan keyakinan dan harapan besar Tuhan akan meridhoi setiap mimpi yang kita punya, sehingga kita perlu memiliki senjata untuk mengeksekusi mimpi-mimpi tadi.

Pray. Doa, senjata paling ampuh, sebagai bentuk ikhtiar dan tawakkal kita atas setiap mimpi yang telah kita rancang sebelumnya. Kekuatan doa, layaknya darkenergy tak nampak namun ada. Doa memang tak terlihat, dan tak perlu kita tampakkan kepada siapapun. Tapi yakinilah, kekuatan doa akan selalu sampai dan didengar olehNya. Memberangkatkan doa dari dalam hati dan ketenangan jiwa yang hakiki, memiliki dampak positif pada setiap doa yang kita miliki. Dengan terus berdoa, kita senantiasa berdzikir kepadaNya.

Kenapa harus berdoa hari ini? Semisal untuk mendapatkan jodoh yang terbaik. Padahal kan aku belum siap nikah. Karena sebagai hamba kita hanya sampai pada batasan kewajiban melangitkan doa, tanpa memiliki hak kapan doa itu akan Tuhan jawab. Bisa detik ini, besok, tahun depan, sepuluh-duapuluh tahun lagi, kita tak pernah tahu. Tapi satu hal, kita harus meyakini Tuhan senantiasa mendengar doa-doa yang kita langitkan kepadaNya. 

Berhusnudzan pada setiap jawaban atas doa yang telah kita langitkan adalah merupakan keharusakan bagi kita seorang hamba. Sesuai ayat diatas tadi. Karena hanya Allah semata yang Maha Mengetahui baik-buruknya suatu hal bagi kita. Sederhananya dalam memaknai doa, jika bukan hari ini mungkin besok, jika bukan besok mungkin tahun depan, jika bukan dia mungkin sedang Tuhan siapkan yang lebih baik. Sesuai bagaimana ikhtiar kita dalam kehidupan sehari-hari.

Action. Aksi, eksekusi, pekerjaan, kelakukan, dan lainnya adalah bagian dari ikhtiar merealisasikan setiap mimpi yang kita rancang dan doa yang kita langitkan. Action adalah aktivitas fisik, setelah pikiran dan hati kita gunakan sudah waktunya raga kita fungsikan dengan berbagai kegiatan positif yang memiliki dampak kebaikan dan kebermanfaatan bagi siapa saja.

Action adalah proses panjang mencapai setiap mimpi dan tujuan hidup yang kita yakini akan Tuhan jawab. Karena kita tahu, tidak akan ada hasil tanpa adanya proses, dan tidak ada hasil yang mengkhianati proses.

Proses panjang tadilah yang mengharuskan kita untuk terus berbenah, merefleksikan diri, sudah sejauh apa dan seberat apa usaha kita untuk mendaki berbagai permasalahan kehidupan untuk mencapai mimpi yang sudah kita langitkan. 

Dalam proses panjang ini, prinsip yang harus kita pegang adalah tetap menjadi diri sendiri, tetap menjadi baik, dan tetap menjadi manusia yang memanusiakan manusia. Kenapa perlu memanusiakan manusia? Karena agar kita selalu ingat sebagai makhluk sosial, disekitar kita juga ada manusia lain yang juga sedang menuju mimpinya seperti kita. Jika kita tidak memikirkan itu kita hanya akan mementikan diri kita sendiri, bahkan hal paling buruk. Kita akan menghalalkan banyak hal hanya untuk mencapai tujuan kita sendiri dan mengabaikan orang lain. Kunci dari action  ini adalah dengan terus beramal sholeh.

Dream, pray, action, piramida kehidupan. Jika ini sudah menjadi landasan kita dalam bergerak, kita akan senantiasa bersyukur atas setiap pencapaian yang kita peroleh, karena ada banyak nilai yang kita dapat dalam proses panjang mencapainya. Aku jadi ingat Tri Motto di PMII, ternyata memiliki relasi dengan tiga pesan kehidupan tadi, Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh.

Dzikir, erat kaitannya dengan pray, yakni senantiasa melangitkan doa dan mengingatNya adalah bagian dari dzikir.

Fikir, bagian penting dalam dream adalah memikirkan setiap mimpi dan tujuan kita dengan baik dan terperinci agar bisa kita realisasikan

Amal Sholeh, adalah bentuk action yang harus kita implementasikan dimana saja dan bagi siapa saja.

Selamat pagi, semangat menjali hari. Karena setiap mimpi sudah memiliki garisnya tersendiri, tugas kita adalah terus berdoa tiada henti dan berbuat baik tanpa pamrih dalam hidup ini, niati lillahita'ala.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Kalah

Penting Ngopi

Jalanan Kehidupan