Semisal, Tetap Cantik dalam Versimu

Dalam hidup jangan berhenti belajar. Terlebih belajar untuk terus menjadi diri sendiri yang lebih baik.

Aku dengan segala rutinitas kesenanganku. Ngopi, nulis, nurunin rumus, ngobrolin baru,dan rebahan. Semua adalah kesenangan yang setidaknya menjadikan aku lebih merasakan kehadiran diriku.

Perlukah kemudian kita memikirkan kesenangan orang lain? Mungkin sesekali perlu dan mungkin harus. Karena aku, kamu, dan kita masih manusia. Namun, satu hal yang harus menjadi prinsip. Jangan kemudian orang lain menjadi penentu dirimu menjadi seperti apa. Karena kamu adalah bagaimana kamu mendefinisikan dan mengenal dirimu lebih dari siapapun.

من عرف نفسه فقد عرف ربه
Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya
Ungkapan yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Terlebih bagi kalangan sufi, yang tengah menempuh jalan dalam mendekatkan diri sepenuhnya kepasa Tuhan.

Mengapa kita perlu mengenal diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita mengenal Tuhan?

Sederahannya kita diminta untuk mengenal diri kita sendiri sebagai manusia, sebelum menempuh jalan ketuhanan. Hal ini sangat diperlukanagar kita senantiasa menjadi manusia yang paham hakikat kemanusian itu sendiri, agar nantinya ketika kita mengenal Tuhan tak melupakan esensi kemanusiaan.

Menjadi manusia, terkadang rumit. Mungkin kita sendiri yang memperumit tugas kita sebagai manusia. Padahal dengan jelas Tuhan telah menciptakan kita sebagai Khalifah fil Ardh  dengan tujuan liya'budallah tujuan-tujuan ini yang kemudian kadang mudah sekali kita lupa bahkan abai. Naudzubillah...

Mengenal diri sendiri bukanlah perkara mudah. Ada proses panjang disana. Proses pendewasaan yang mungkin setiap kita berbeda. Karena setiap bunga tumbuh, namun tak mekar bersama. Hanya saja yang membedakan seberapa kuat kita dalam melalui kehidupan yanh kita miliki. Sebagaimana sebuah kalimat dari Galileo Galilei, rumput paling kuat tumbuhnya terdapat di atas tanah yang paling keras.

Belajar mengenali diri adalah dengan terus memperluas pertemanan, memperdalam wawasan, dan memperbanyak pengalaman. Karena dari itu semua kita akan menemukan diri kita bagaimana dalam versi kita sendiri. Mari kita selami satu persatu.

Pertemanan. Adalah lingkar terdekat kita setelah keluarga. Jangan mempersempit pergaulan kita, mempunyai jaringan teman yang luas memiliki nilai plus tersendiri. Meskipun kemudian dalam prinsipku tidak semua teman menjadi teman dekat yang mengerti aku melebihi diriku sendiri. Karena kita adalah gambaran dari teman terdekat kita. Sedikit banyak lingkar pertemanan akan memengaruhi pola pikir dan tindakan kita.

Wawasan. Memaknai wawasan hal utama yang memiliki andil besar adalah buku. Mencitai buku dan dunia membaca adalah cara yang harus kita tempuh untuk membangun pemikiran kritis dari dalam diri kita sendiri. Buku-buku yang kita baca menjadi bagian perjalanan dan proses yang menentukan bagaimana diri kita kemudian. Karena, setiap satu buku selesai dibaca dari situlah lahir pribafi baru. Semakin banyak buku yang kita baca, kita akan sadar bahwa betapa sebenarnya kita masih bodoh dan awam dalam ilmu pengetahuan yang begitu luasnya.

Pengalaman. Guru terbaik adalah pengalaman. Karena bersama pengalaman bersanding masalah yang mendewasakan. Mencari penyelesaian yang solutif pada setiap rintangan yang ditemui, menjadikan refleksi mendalam dalam diri sendiri hingga kemudian kita menemukan siklus berulang yang mengajarkan betapa sebenarnya setiap masalah tak ada. Yang ada hanya siklus panjang proses pendewasaan.

Mengenali diri sendiri adalah dengan tetap menjadi cantik, tak sebatas fisik. Tapi juga dari berbagai perspektif terlebih dari segi intelektual dan moral akhlak yang selalu mengedepankan kemanusiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Kalah

Penting Ngopi

Jalanan Kehidupan