Tentang Langit
Selain kamu, hal lain yang aku suka adalah langit. Entah langit malam pun siang, aku menyukai keduanya. Mungkin afirmasi positif untuk melangitkan mimpi, membuatku memilih untuk selalu jatuh hati pada keindahan langit. Ya, karena di sana aku, kamu, dan kita semua dapat menggantungkan mimpi yang kita punya. Tak hanya digantung, karena ada Tuhan Yang Maha Tinggi memerintahkan setiap hambanya untuk melangitkan doa. Dan pada doa itulah, setiap mimpi yang kita gantungkan tak sebatas mimpi tanpa tujuan. Sebab, setiap doa yang kita langitkan akan selalu didengar oleh Tuhan. Entah hari ini atau besok, akan ada jawaban. Jika bukan apa yang kita pinta, jawaban Tuhan adalah yang terbaik untuk setiap kita peracyalah.
Pada langit siang, ada awan yang menawan. Membuatku semakin bersyukur dengan setiap apa yang telah Tuhan ciptakan. Dari awan kita belajar, ada proses siklus panjang sejak penguapan air dari muka bumi, hingga menjadi awan yang menggumpal di atas sana. Dan dari awan, kita belajar bahwa akan ada suatu waktu, air yang ada di atas sana merindu menyapa bumi. Hujan lah yang menjadi sebab, temu harus segera dituntaskan. Karena itu siklus akan terus berulang, sampai Tuhan mentakdirkan semua selesai.
Pada langit malam, tak ada yang lebih tabah dari purnama yang sendirian. Sebab bintang terlalu jauh dari jangkauan. Dan disana, langit malam memberikan banyak harapan. Bahwa pekatnya malam, tak selalu membawa pesan kelam. Sebab kadang yang indah akan nampak jika kita mau menikmati dengan tenang dan hati yang damai.
Namun sejatuh cinta apapun pada langit, tetaplah menjadi manusia yang membumi. Sebab kita masih manusia. Selagi masih menjadi manusia, jangan lewatkan untuk bersyukur dengan terus melangkah dan menjejaki setiap tempat di muka bumi.
Komentar
Posting Komentar