Membicang Jodoh dan Sifatnya

Mencari jodoh tak harus memiliki sifat yang sama, cukup cari yang sevisi dalam agama dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan itu sudah cukup menjadi bagian dari kriteria.

Jadi, hari ini pertama kali ngaji setelah tiga hari masuk di asrama. Niat ngaji dan ngabdi harus jadi niat utama pesan dari Mbak Nyai Muyas. Selain itu, ingin belajar mandiri dan mencoba memasuki zona baru dari kebiasaan sebelumnya sepertinya perlu dicoba. Karena, dikhawatirkan ternyata selama ini kita terlalu bermanja ria dengan zona nyaman yang kita cipta sedemikian rupa.

Ngaji kali ini membedah sebuah buku berjudul "Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender" yang ditulis oleh Ibu Mufida 12 tahun lalu. Titik pembahasan yang menjadi menarik saya tulis di sini adalah, empat tempramen yang melekat pada manusia. Mungkin kalian sudah mengetahui ke empat-empatnya ya...

Golongan Introvert: Plegmatis dan Melankolis
Golongan Ekstrovert: Koleris dan Sanguinis

Sangat banyak di internet yang menjelaskan ke empat tempramen di atas. Jadi berhubung saya mager ngetik tidak saya tuliskan pengertiannya di sini.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki satu dari empat tempramen di atas yang sangat dominan, meski kemudian pada suatu kasus because of motif kondisinya akan berbeda, namun tetap satu tempramen tadi lah yang menjadi ciri darinya.

Dalam mencintai yang tanpa alasan mengapa dan apa, memahami bagaimna sifat, kepribadian, dan tempramen dari pasangan kita adalah suatu hal yang harus kita latih sejak memulai hubungan. Membangun rasa saling untuk kemudian terus memberikan support terbaik adalah tujuan dari kebersamaan dengan pasangan.

Dan tanpa kemudian terlalu mempermasalahkan apa tempramen dari pasangan kita, terpenting kita ketahui adalah diri kita sendiri. Bagaimana kemudian membangun kontrol diri yang baik untuk memberikan pengertian lebih kepada pasangan kita nantinya.

*topik ngaji tentang jodoh, nikah, dan keluarga adalah hal yang menbuat bahagia wkwkwk becanda eh beneran ding..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Kalah

Penting Ngopi

Jalanan Kehidupan