Pada Diam Mungkin Ada Jawaban
Detik pada malam ini, aku risau. Sebab setiap tanya itu tak kunjung kutemukan jawabannya. Ya, aku mengerti kitalah sumber jawaban dari setiap pertanyaan yang kita bingungkan. Tapi tak bisakah segera mungkin ku mengerti mengapa? Meski hingga detik ini aku mengamiini bahwa, dalam hidup tidak semua hal harus kita ketahui terjadi karena apa dan mengapa, cukup kita baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup.
Jika boleh, sebenarnya menanyakan padamu akan memberikan aku jawaban bukan? Tapi lagi lagi aku memilih diam. Karena dengan begitu seakan aku tak mengerti apapun. Dan kau akan selalu begitu seakan tak pernah menau tentang apapun. Ya, lucu seperti itu nampaknya. Kita berjalan seaakan biasa saja, padahal ada yang banyak berubah. Tunggu dulu, kita? Terlalu egois sepertinya aku membuat definisi itu😂 mungkin cukup aku saja.
Danpada detik ini, menjadi orang lain yang belajar untuk berpura-pura tengah menepikanmu adalah peran tersulit yang sedang aku perankan. Sebab, meski masih menjadi diri sendiri, ada aku yang hilang sepertinya di sana. Akh.. Lucu sekali rasanya, rasa yang lucu. Mengenalmu sejauh yang tak pernah aku jenuh.
Dan pada rapal doa masihkan ada harap menjadikanmu utuh? Atau, sudah cukup saja. Waktuku lebih baik ku hargai untuk diriku dahulu. Dan mungkin esok atau lusa, rasa ini menjadi riuh yang lumpuh. Melupamu menjadi utuh adalah harap yang kadang inginku segera merampungkannya.
Tapi lagi lagi, aku memilih diam dan menunggu kepalaku menemukan jawaban tentangmu dalam kelam tak berkesudahan.
Komentar
Posting Komentar